Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Ternak (Pupuk kandang)

Cara membuat pupuk organik dari kotoran ternak/ cara membuat pupuk kandang - Setelah membaca tulisan ini, kami harap Anda bisa membuat pupuk organik sendiri. Pupuk organik yang akan dibahas disini adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak. Kebanyakan pupuk organik memang terbuat dari kotoran hewan seperti ayam, bebek, sapi, kerbau, dan kambing. Mereka yang membuka usaha ternak hewan biasanya akan mengambil untung lebih dengan cara menjual kotoran ternak yang dihasilkan dari peternakan mereka sehingga dengan adanya pupuk kandang, tidak hanya menguntungkan pelaku usaha ternak hewan tapi juga para petani. 

Berkembangnya minat akan pupuk organik tidak terlepas dari kelemahan dan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Masalah yang ditimbulkan sebagai akibat penggunaan pupuk anorganik misalnya rusaknya ekosistem, kesuburan tanah berkurang, hingga masalah kesehatan.

pengertian pupuk organik

Secara sederhana, yang dimaksud pupuk organik adalah pupuk yang dibuat tanpa bahan kimia melainkan menggunakan bahan-bahan alami. Pupuk organik dapat juga diartikan sebagai jenis pupuk yang terbuat dari materi makhluk hidup seperti pelapukan sisa-sisa tanaman dan hewan. Contoh dari pupuk organik misalnya ; pupuk kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, dsb. 

Manfaat pupuk organik

Manfaat pupuk organik yaitu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Secara rinci, berikut beberapa manfaat pupuk organik ;
1. Memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah menjadi gembur, mudah diolah, dan mudah tembus akar tanaman.
2. Memperbaiki habitat hewan yang hidup ditanah, seperti : cacing dsb, sekaligus menjamin ketersediaan makanan hewan tsb.
3. Mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah.
4. Meningkatkan daya simpan air
baca : cara menghilangkan virus shortcut 

Jenis pupuk organik

Pupuk organik dapat kita bedakan menjadi 2 macam ; pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Aplikasi pupuk organik padat yaitu dengan cara ditabur atau dibenamkan dalam tanah, sedangkan pupuk cair biasanya disemprotkan ke tanaman atau ditumpahkan ke tanah. 
Pada kesempatan kali ini, kami hanya akan membahas pupuk organik padat yang berasal dari kotoran ternak, atau biasa disebut pupuk kandang. 

Pupuk Kandang

gambar cara membuat pupuk organik

Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang terbuat dari hasil permentasi kotoran hewan ternak. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu pupuk kandang dari kotoran hewan yang kencing dan tidak kencing. Kotoran hewan yang kencing (misalnya : sapi, kambing, kerbau) memiliki waktu penguraian lebih lama, kandungan nitrogen rendah tapi kaya fosfor dan kalium, cocok untuk tanaman yang diambil buah atau bijinya seperti kacang-kacangan, mentimun, dll. Adapun kotoran hewan tidak kencing (misalnya ayam, bebek, itik), waktu penguraiannya lebih cepat, kandungan nitrogen tinggi namun rendah fosfor dan kalium, cocok untuk tanaman sayur daun misalnya bayam, selada, dll.

Cara membuat pupuk organik dari kotoran ternak (cara membuat pupuk kandang)

Membuat pupuk organik tidak boleh sembarangan sebab pupuk organik yang masih mentah akan berdampak buruk bagi tanah dan tamanan yaitu menyebabkan bahan organik diserang oleh mikroba sehingga apabila pupuk organik tsb diberikan ke tanaman maka unsur hara tanaman berkurang akibat “dimakan” juga oleh mikroba tsb. Berikut ini cara membuat pupuk organik dari kotoran ternak (pupuk kandang) ;

gambar cara membuat pupuk kandang
1. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan. 
Adapun beberapa bahan yang dibutuhkan yaitu kotoran ternak sebanyak 2 ton atau 2000 kg, jerami yang sudah dicacah selama kurang lebih 5 sampai 10 cm, arang  sekam secukupnya saja. Arang tersebut dibakar terlebih dahulu tapi jangan sampai menjadi abu. EM4 atau super degra sebanyak 5 sendok, air sebanyak 20 liter saja, bubuk kayu gergaji atau dedaunan yang sudah kering, gula pasir 5 sendok saja. Adapun alat yang dibutuhkan adalah sarung tangan, sekop, cangkul, dan karung goni. Siapkan terlebih dahulu tanah yang akan digunakan sebagai tempat fermentasi.  Sebaiknya tanah tsb  ditempat yang teduh, tidak beratap, dan  tidak terkena matahari ataupun hujan secara langsung. Larutkan EM4 dan gula ke dalam 20 liter air yang telah disiapkan. Tuangkan secara perlahan EM4 ke dalam air kemudian masukkan gula ke dalamnya dan aduk hingga merata.


2. Membuat lapisan pertama
Pertama campurkan terlebih dahulu kotoran ternak yang telah disiapkan dengan arang sekam tadi, lalu aduklah hingga rata. Kemudian taburkan decomposer (EM4 yang telah dicampurkan dengan air gula tadi) sampai merata.

3. Membuat lapisan kedua
Campurkan dedak, jerami, dan bubuk kayu gergaji sampai merata dan selanjutnya tuangkan decomposer ke dalamnya.’

4. Menutupi adonan
Menutupi adonan bertujuan supaya bahan-bahan tadi berubah menjadi pupuk. Tutuplah atau bungkus adonan tadi dalam karung goni dengan rapat. Setelah itu biarkan hingga dua hari dan aduklah kembali sampai adonan benar-benar rata.

5. Lakukan monitoring 
Monitoring ini Anda lakukan setiap pagi dan sore, hal ini untuk memastikan apakah pupuk Anda sudah siap pakai atau belum. Cara memonitoringnya mudah, cukup masukkan tangan Anda (dengan sarung tangan) ke dalam adonan yang sebelumnya tertutup rapat tadi, kemudian jika tangan Anda terasa begitu panas hingga tak sanggup menahan maka dipastikan pupuk belum siap pakai. Jika tangan Anda sudah bisa menahan panas dari pupuk, maka itu artinya pupuk sudah siap pakai. Pada hari keempat atau kelima biasanya pupuk sudah siap pakai.

Demikianlah informasi cara membuat pupuk organik dari kotoran hewan atau cara membuat pupuk kandang, semoga bermanfaat & salam !