Cara Merawat Bunga Anggrek Supaya Bunga Mekar dengan Indahnya

Sebelumnya saya sudah posting tulisan berjudul cara menanam bunga anggrek. Disana pembaca dipandu bagaimana menanam bunga anggrek dengan mudahnya. Dan kali ini akan saya lengkapi dengan cara merawat bunga anggrek, karena setelah berhasil menanam tentunya pekerjaan belum selesai justru baru saja dimulai. Ada berbagai hal yang harus diperhatikan dalam memelihara anggrek supaya bunga dapat mekar dengan indahnya. Apabila pengetahuan tentang merawat tanaman yang satu ini kurang maka hasil yang didapat bisa tidak sesuai harapan.

cara merawat anggrek
Bunga Anggrek yang Mekar


Syarat Tumbuh Kembang Bunga Anggrek

Perawatan bunga anggrek yang harus dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan, pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida (bisa gunakan pestisida alami ataupun kimia).

Para pembaca sekalian, untuk dapat tumbuh kembang secara baik, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi :

1. Sinar matahari yang cukup. 

Pagi hari sekitar jam 6 sampai 9 pagi, usahakan anggrek terkena sinar matahari langsung sebab sangat baik untuk pertumbuhannya. Begitu juga di sore hari pada pukul 16 – 18. Sinar matahari yang didapat akan membantu proses fotosintesis (memasak makanan) pada tanaman berlangsung maksimal.

Akan tetapi, perlu dipahami bahwa anggrek tidak boleh terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Mengingat anggrek liar yang biasa hidup di hutan, tumbuh pada pohon besar dan biasanya ditutupi dahan dan ranting pohon lain.

Hal ini berarti, sebenarnya tanaman anggrek ini tidak butuh intensitas sinar matahari yang terlalu banyak. intensitas cahaya terbaik untuk anggrek hanya sekitar 20 % - 30 %.

Jadi, tempatkan bunga anggrek yang Anda budidayakan pada tempat yang teduh semisal di bawah pohon rindang, di bawah atap teras rumah, atau bahkan membuat atap dari paranet/ jaring peneduh.

2. Air yang tidak berlebihan.

Menyiram anggrek jangan terlalu berlebihan. Bisa jadi akar tanaman membusuk. Akan lebih baik menyiram bagian daun dan bunganya saja, jangan akar nya.

Gunakan alat siram berupa sprayer. Di toko-toko pertanian biasanya dijual sprayer berkapasitas 2 Liter. Harganya sekitar 45 ribu rupiah.

cara merawat anggrek 2
Sprayer

Anggrek pada dasarnya merupakan tanaman yang hidup menempel pada tanaman lain. Dalam bahasa ilmiah disebut tanaman epifit. Mirip seperti benalu yang menumpang hidup pada inangnya/ pohon lain. Epifit tidak suka terlalu banyak air apalagi sampai menggenangi akar karena justru menyebabkan jamur tumbuh subur dan daun menjadi bercak-bercak.

Sebaiknya jaga kelembapan media tanam paling banyak 70% saja. Jika Anda menanam bunga anggrek pad media tanam berupa tanah maka usahakan tanah tersiram air tidak terlalu basah, apalagi sampai ada air yang tergenang tidak akan baik untuk anggrek tsb.

Waktu penyiraman sebaiknya lakukan di sore hari saja sekitar pukul 16.00 – 18.00, atau pada pagi hari pukul 6 – 9 pagi. Sebab penyiraman pada saat matahari terik, kurang baik bagi tanaman. Penyiraman ini tidak mesti dilakukan tiap hari. Bisa 2 atau 3 hari sekali.

3. Media Tanam Bunga Anggrek

Media tanam yang bisa digunakan berupa pot. Beli atau gunakan pot kecil berdiameter kira-kira 6 - 12 cm. Pastikan akar dalam media tanam tidak kelebihan air sehingga dapat berakibat pembusukan akar.

Bunga anggrek yang dirawat dengan benar akan berbunga dengan indahnya.

Apabila Anda menanam anggrek di pot maka ketika melihat akar tanaman  anggrek menyembul keluar dari tanah, jangan buru-buru dimasukkan ke dalam tanah sebab perakaran bisa patah dan berakibat buruk bagi tanaman. Jika sudah kondisi nya begini, lakukan repotting, yaitu memindahkan anggrek dari pot yang relatif kecil ke pot yang lebih besar.

Repotting atau penggantian pot sangat diperlukan ketika pertumbuhan bunga anggrek sudah memenuhi volume ruang pot. Tujuan repotting adalah memperbesar ruang tumbuh anggrek sehingga produksi bunga dapat maksimal.

Penggantian pot biasanya jugga dibarengi penggantian media tanam.

Bagi tanaman, media tanam sangatlah penting sebab, nutrisi penting yang diserap akar tanaman berada di media tsb. Untuk bunga anggrek, media tanam yang banyak digunakan antara lain : pot, arang kayu, sabut kelapa, pecahan batu bata, pecahan genteng, serutan kayu, atau bahkan pohon/ tanaman lain sebab anggrek termasuk jenis tanaman epifit.

Menanam Anggrek di Pot


Berdasarkan media tanamnya, ada 2 jenis anggrek yaitu Epiphyt dan Terrestris. Anggrek tipe epifit hidup dengan cara menempel pada tanaman lain, sedangkan enggrek tipe terrestis hidup di tanah, makanya sering juga dikenal dengan sebutan anggrek tanah.

cara merawat anggrek 3
Penggunaan Media Pot untuk Budidaya Anggrek

Bagi Anda yang berniat menanam anggrek di pot, pilihlah pot yang bagian dasarnya terdapat banyak lubang supaya air yang berlebih dapat dengan lancar keluar dari pot. Hal ini untuk mencegah kebusukan akar.

Pot yang bisa dipilih macam-macam, boleh menggunakan pot plastik, pot semen, pot kayu, ataupun pot tanah. Bisa menggunakan pot baru ataupun pot bekas. Bisa pula menggunakan pot gantung atau pot biasa.

Didalam pot, kita bisa isi dengan tanah atau sabut kelapa. jangan lupa taruh pecahan genteng atau atau bata secukupnya pada dasar pot. Kira-kira 1/3 tinggi pot. Gunanya untuk memperberat pot dan penyaring. Bila menggunakan pecahan batu bata, maka daya serapnya terhadap air cenderung lebih bagus dibanding pecahan genteng, tapi lebih mudah pula ditumbuhi lumut sehingga perlu diganti secara rutin apabila sudah terlihat ada lumut. Atau kalau tidak mau repot tuangkan sedikit fungisida ke media tanam.

Selain tanah dan sabut kelapa, kita bisa juga manfaatkan serutan kayu/ potongan kayu. Serutan kayu cukup mudah didapatkan, dan yang paling penting bisa gratis. Biasanya banyak di tempat pembuatan mebel atau di tempat orang yang sedang membuat rumah. Hanya saja, tidak seperti tanah yang relatif mudah digunakan, penggunaan serutan kayu sebaiknya direndam terlebih dahulu dengan pupuk semisal urea sebab serutan kayu kurang unsur nitrogen nya. Juga rendamlah dengan pestisida terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit.

Dibanding serutan kayu sebenarnya lebih bagus menggunakan sabut kelapa sebab sabut kelapa lebih kaya akan unsur hara. Hanya saja, mengingat sabut kelapa sifatnya mudah membusuk maka sebaiknya direndam terlebih dulu dengan fungisida. Sabut kelapa yang membusuk dapat menjadi sumber penyakit.

Menanam Anggrek di Pohon (Epifit)


Kita juga dapat memanfaatkan media tanam berupa pohon untuk membudidayakan anggrek. Cara ini relatif mudah dan anggrek yang tumbuh akan lebih gampang dalam perawatannya sebab unsur hara yang dibutuhkan anggrek sudah tersedia di pohon yang di naunginya.

Cara menanam nya di pohon adalah dengan mengikatkan anggrek pada pohon menggunakan tali, misalnya tali plastik/ tali rapia, kain majun, dsb. Dengan sendirinya akar-akar anggrek akan beradaptasi dan menempel pada permukaan pohon.

4. Penggunaan Pupuk yang Benar 

Dalam memelihara bunga anggrek, apapun jenisnya, kita memerlukan pupuk supaya bunga anggrek tumbuh subur sesuai dengan yang diharapkan. Semakin cepat angggrek berbunga maka akan semakin bagus sebab bisa langsung dinikmati keindahannya, dijual, dsb. Selain itu, warna bunga yang cerah juga menjadi idaman para pecinta budidaya tanaman.Dan kabar baiknya, semua kebaikan tsb bisa kita wujudkan dengan cara perawatan yang tepat.

Selain udara dan air, 6 unsur hara penting yang harus ada pada tanaman anggrek adalah Nitrogen, Posfor, Kalium, Kalsium, Magnesium, dan Sulfur.6 Unsur ini dapat kita peroleh lewat penggunaan pupuk.

Waktu pemupukan dapat dilakukan dengan selang waktu 7 – 10 hari sekali.

Adapun jenis pupuk yang ada bisa kita kategorikan menjadi pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun berarti jenis pupuk yang digunakan dengan cara di semprotkan pada daun tanaman sedangkan pupuk akar adalah jenis pupuk yang di tuangkan pada tanah/ media tanam.

Antara pupuk daun dan pupuk akar mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pupuk daun langsung bisa diserap oleh tanaman sebab langsung dimanfaatkan dalam proses fotosintesis. Sekitar 90% pupuk daun dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Sedangkan pupuk akar, hanya 10% yang bisa dimanfaatkan namun masa manfaatnya lebih lama.

Macam-macam pupuk anggrek agar cepat berbunga :

1. Larutan Gromor.
Fungsi larutan gromor adalah merangsang pertumbuhan vegetatif (akar, daun) pada awal-awal masa pertumbuhan (kira-kira sampai usia maksimal 3 bulan). Dosis larutan gromor yang kita pakai adalah ½ sendok teh per 1 liter air bersih. ½ sendok itu kira-kira 2 gram.

Gunakan larutan gromor dengan cara disiramkan (dikocor) pada media tanam, misalnya pada tanah. Selain di kocor bisa juga di semprotkan pada batang dan daun anggrek.

2. Dekastar.
Pada waktu umur bunga kira-kira 3 – 6 bulan, gunakan dekastar.Campurkan ½ sendok teh dekastar pada 1 liter air kemudian semprotkan pada bagian daun, jangan gunakan pada akar. Fungsi dekastar untuk membantu pertumbuhan vegetatif yaitu pertumbuhan tunas, daun, dan cabang.

3. Pupuk organik.
Pupuk organik sangat baik bagi tanaman apapun termasuk untuk bunga anggrek. Misalnya pupuk kandang dari kotoran ayam, kambing, dsb. Bisa juga pupuk kompos yang terbuat dari pelapukan  daun, pohon, atau akar tanaman. Campurkan pupuk organik pada media tanam, tapi jangan terlalu banyak sebab kalau terlalu banyak juga tidak akan bagus bagi tanaman.

4. Pupuk Kimia.
Pupuk kimia berarti jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan menggunakan bahan kimia. Pupuk kimia yang bisa dipilih berasal dari bermacam merk misalnya NPK Mutiara (untuk akar), dan supergro (pupuk daun).

Kelebihan pupuk kimia dibanding pupuk organik antara lain kandungan unsur hara yang lebih terukur, dan reaksi nya yang lebih cepat.

5. Angin 

Anggrek bisa rusak jika ditiup oleh angin kencang karena itu sebaiknya anggrek ini di tempatkan pada tempat yang angin nya lembut tidak kencang.

6. Kelembapan Udara Terjaga.

Anggrek tidak baik hidup di daerah yang terlalu lembab. Kelembaban maksimal yang di izinkan adalah 75%, sebab bila terlalu lembab maka bisa menyebabkan tanaman berjamur dan mudah busuk. Kelembapan paling baik untuk anggrek adalah berkisar 60 -75%.

Sebaliknya, apabila temperatur suhu sangat panas, kira-kira lebih dari 300 celcius maka lakukan rekayasa lingkungan, misalnya dengan memberikan semprotan air pada daerah sekeliling anggrek, meletakkan wadah berisi air di dekat anggrek, dsb.

7. Hama dan Penyakit Bunga Anggrek

Hama  yang menyerang tanaman anggrek antara lain : semut, keong/ siput, thrips, kepik  atau kumbang. 

Pestisida yang bisa dipakai : fungisida untuk mengatasi cendawan, bakterisida untuk mengatasi bakteri, insektisida untuk serangga.

Apabila cara-cara diatas diterapkan, alamat bunga Anggrek dapat mekar dengan Indahnya.

Semoga Bermanfaat.

0 Response to "Cara Merawat Bunga Anggrek Supaya Bunga Mekar dengan Indahnya"

Post a Comment